Kenapa Tombol Keyboard Nggak Disusun Sesuai Abjad A-B-C?

Gambar: pexels.com

Pernah nggak sih kamu lagi mengetik di laptop atau HP, terus tiba-tiba kepikiran: "Kenapa sih susunan huruf di keyboard itu acak-acakan banget (QWERTY)? Kenapa nggak dibuat berurutan aja dari A, B, C, sampai Z biar gampang diketik?"

Buat orang yang baru belajar mengetik, susunan huruf acak ini memang terkesan membingungkan dan bikin ribet. Tapi percaya atau tidak, susunan QWERTY yang kita pakai setiap hari ini punya alasan sejarah yang sangat unik!

Yuk, kita bongkar rahasia di balik susunan tombol keyboard ini!


Berawal dari Masalah Mesin Tik Jadul

Untuk memahami alasannya, kita harus mundur ke abad ke-19, tepatnya di era 1800-an ketika mesin tik mekanis pertama kali ditemukan.

Pada awal diciptakannya mesin tik, tata letak hurufnya memang sengaja disusun berurutan sesuai abjad A sampai Z. Namun, susunan A-B-C ini ternyata malah menimbulkan masalah besar ketika orang-orang mulai terbiasa menggunakannya.

Di mesin tik jadul, setiap kali kamu menekan tombol huruf, ada tuas besi kecil berisi stempel huruf yang akan melompat untuk memukul pita tinta ke kertas.

Pas orang-orang sudah makin mahir dan mengetik dengan sangat cepat, tuas-tuas besi dari huruf yang letaknya berdekatan sering bertabrakan dan tersangkut satu sama lain! Akibatnya, mesin tik jadi sering macet dan proses mengetik malah terganggu.


Solusi Cerdas: Sengaja Diacak!

Melihat masalah tersebut, seorang pencipta asal Amerika Serikat bernama Christopher Latham Sholes pada tahun 1870-an mencari cara untuk mengatasi kemacetan tuas mesin tik.

Solusinya terbilang sangat unik: ia sengaja mengacak tata letak hurufnya!

Sholes meriset kombinasi huruf apa saja yang paling sering digunakan bersamaan dalam bahasa Inggris (seperti huruf T dan H, atau E dan R). Setelah itu, ia memisahkan posisi huruf-huruf favorit tersebut agar letaknya saling berjauhan di papan ketik.

Tujuan utamanya simpel: Untuk memperlambat tempo mengetik orang-orang pada zaman itu. Dengan jeda mengetik yang sedikit lebih lambat dan posisi huruf yang berjauhan, tuas-tuas besi di mesin tik tidak lagi saling berbenturan atau nyangkut.

Tata letak baru hasil acakan Sholes inilah yang kelak dikenal sebagai sistem QWERTY (diambil dari 6 huruf pertama di baris paling atas).


Kenapa Masih Dipakai Sampai Sekarang?

Zaman sekarang, kita sudah menggunakan keyboard digital di HP dan laptop yang tidak punya tuas besi mekanis lagi. Secara teknis, kalau mau diganti ke susunan A-B-C atau sistem lain yang lebih efisien (seperti Dvorak atau Colemak), sebenarnya sudah sangat memungkinkan.

Lantas, kenapa format QWERTY tidak diganti?

Jawabannya adalah faktor kebiasaan (habit).

Format QWERTY sudah terlanjur dipatenkan dan diproduksi secara massal sejak ratusan tahun lalu. Seluruh orang di dunia, sekolah ketik, hingga pabrik teknologi sudah terbiasa dan terstandarisasi dengan susunan ini. Mengubah susunan keyboard ke format baru akan membutuhkan biaya besar dan memaksa miliaran orang di seluruh dunia untuk belajar mengetik dari nol lagi!


Jadi, susunan huruf QWERTY yang terkesan acak di keyboard kamu saat ini sebenarnya adalah warisan solusi masa lalu. Sesuatu yang awalnya diciptakan untuk "memperlambat" ketikan agar mesin tidak macet, kini justru menjadi standar global yang paling nyaman kita gunakan sehari-hari!

Lebih baru Lebih lama